KOREA VS INDONESIA
Identik
dengan trend dan gaya masa kini Korean pop dapat dibilang sebagai salah satu
yang menjadi trensetter,seminar K-POP yang berlangsung selasa kemarin di
jakarta sangat dikagumi ileh kaum muda karena informasi yang mereka dapat akan
sangat luar biasa di dalam seminar tersebut.
Dengan memebeli tiket seharga Rp.35
rb mahasiswa/i Universitas Bunda Mulia dapat menikmati seminar K-POP yang
sangat digandrungi oleh kaum muda pada saat ini.
Korean pop yang akrab di sebut dengan K-POP ini memiliki penggemar yang tidaklah sedikit,para penggemar K-POP sering di sebut dengan K-POPers bahkan K-POP sudah hampir membuat seluruh bagian dari masyarakat indonesia terhipnotis oleh lagu mereka yang sangat memanjakan telinga mereka.
Pemanjaan telinga para penggemar K-POP melalui lagu Korea termasuk yang tercepat masuk ke dalam indonesia. Dikarenakan sekarang ini banyak sekali anak muda bangsa yang tercatat sangat menggilai lagu – lagu dari Korea tersebut. Anak bangsa kita sekarang ini sedang terserang demam K-POP.
Seminar K-POP yang di adakan di Universitas Bunda Mulia dengan tema FENOMENA K-POP DALAM BUDAYA KONTEMPORER INDONESIA mengundang antusias yang tinggi dari para K-POPers yang sedang mengambil perkuliahan di Universitas Bunda Mulia pada saat itu.
Seminar tersebut di adakan pada hari selasa tangga 27 november 2012 lalu pukul 08:00 hingga 11:00 siang di lantai 8 Universitas Bunda Mulia. Antusias dari para K-POPers yang sebagian besarnya merupakan mahasiswa/i Universitas Bunda Mulia berhasil memenuhi ruangan luas tersebut.
Yang hadir dalam seminar tersebut sekitar 500 mahasiswa/i Universitas Bunda Mulia. Dan pembicara yang diundang oleh para panitia Universitas Bunda Mulia yang sebagian besarnya juga merupakan mahasiswa/i pun juga tak kalah menariknya.
Mereka mengundang 3 pembicara yang sangat menarik perhatian, pembicara yang pertama adalah rustano farady marta, S.sos,M.med.Kom,atau yang akrab disapa frad, kedua Kandi Senastri Dahlan ,MBA,Ph.D yang akrab disapa kandi dan yang terakhir adalah Mr. Youji Light.
Youji Light merupakan tamu istimewa dari seminar ini, karena ia merupakan koreografer internasional, seminar yang berlangsung seru ini sangatlah ditunggu oleh para penggemar K-POP. Dan ini merupakan peluang yang sangat baik bagi para mahasiswa/i Universitas Bunda Mulia.
“ka youji, boleh tidak kalau kakak menunjukkan sepenggal koreografi yang kakak ketahui?” begitulah kata seorang mahasiswi yang mengajukan pertanyaan kepada Youji. Dan dengan diiringi sebuah musik K-POP, Youji pun menunjukkan kebolehannya dalam koreografi.dan itu di sambut oleh para mahasiswa/i dengan sangat antusias.
Media elektronik memiliki pengaruh yang sangat kuat untuk menomorsatukan budaya Korea yang pada saat itu belum mempengaruhi indonesia, namun seiring berjalannya waktu, budaya Korea dengan mudah masuk ke dalam budaya indonesia yang dapat dibilang sangatlah kontras dengan budaya mereka (korea)
Secara tidak langsung media elektronik “mencuci otak” masyarakat kita untuk mengikuti trend yang ada dan sangat populer pada saat ini. Yaitu lagu yang berasal dari Korea, tarian yang juga berasal dari korea.
Namun tidak sampai disana saja, model pakaian yang saat ini sedang trend di Korea pun ikut serta di dalam perkembangan zaman pada saat ini, sehingga pakaian yang “ berbau “ Korea pun sangat digandrungi oleh masyarakat kita.
“indonesia sedang dilanda deman Korea pada saat ini.” Begitulah kata Kandi pada seminar tersebut. Dan demam K-POP ini pun tidak hanya menyerang dan menghipnotis kaum muda saja, namun juga menyerang sebagian orang dewasa yang tak ingin kalah oleh trend masa kini.
Korea memiliki pasar yang menjanjikan, ini di sababkan oleh orang – orang Korea yang sangat di persiapkan untuk menjadi seorang bintang, aktris maupun aktor yang nantinya akan membawa nama harum bangsa Korea ke kaca internasional. Tak taggung – tanggung, mereka dipersiapkan selama bertahun – tahun untuk diperbolehkan tampil di layar kaca.
Sedangkan Indonesia cenderung “instant”, sehingga bintang yang dilahirkanpun hanya sekejap dan jarang sekali berkarya hingga ke kaca internasional, ini dikarenakan semua yang cenderung cepat dan terburu – buru melahirkan bintang besar.
Banyak sekali yang bertanya – tanya, mengapa begitu mudahnya budaya Korea masuk ke dalam budaya Indonesia yang sangat kontras?
Mudah saja, Korea menggunakan budaya yang mendekati budaya indonesia, mereka “memasarkan” aktor dan produk mereka dengan bai dengan kemasan yang sangat cantik, dan mudah untuk ditiru tentunya.sehingga dengan sangat mudah Indonesia mengikuti trend Korea yang ada saat ini.
Penilaian oleh media elektronik pun juga sangat berpengaruh, karena secara perlahan masyarakat yang menonton pada saat itu mudah terpengaruh dan menganggap itu “keren” saat ini. Maka terjadilah penduplikasian dengan sangat mudah oleh bangsa kita.
Baik sekali jika seluruh masyarakat menyikapinya dengan positif dan membuka pikiran kita, bahwa bangsa kita adalah bangsa yang kaya akan kebudayaan, hargailah karya anak bangsa, janganlah mencontoh dunia yang bukan milik kita. Hargai negeri kita dengan trend yang ada di dalam negeri, bukan diluar negeri!
